Baru aja selesai menonton acara Kick Andy di MetroTv yang membahas tentang orang-orang di Indonesia yang tersisihkan (tidak dianggap/tidak diakui) oleh negara tapi mereka tetap mencintai negara yang tidak menganggap mereka.
Mereka bukan kumpulan orang-orang yang hidup dalam kenyamanan, mereka bukan orang-orang yang hidup dengan kenikmatan, atau bahkan mereka bukanlah orang-orang yang hidup dalam "kenormalan" dalam berkehidupan sosial.
Mereka adalah orang-orang yang hidup dengan HIV/AIDS, mereka orang-orang yang hidup dengan embel-embel "mantan pengedar narkoba", dan mereka adalah orang-orang yang tidak diharapkan hidup dilingkungan sosial kita.
Lingkungan memang kadang bisa menjadi hakim dari suatu kehidupan sosial. Kesamaan pola pikir masyarakat yang menciptakan suatu social judgement memang ampuh untuk membuat seseorang menderita, kehidupan seseorang hancur, atau bahkan bisa mengakibatkan berakhirnya suatu kehidupan manusia. Ya, ini adalah Stigma. Ketika penilaian masyarakat menjadi Dewa dalam berkehidupan sosial.
Di negara yang kita cintai ini, stigma hidup dalam setiap aktivitas sosial yang berjalan dari waktu ke waktu. Masyarakat dengan kejamnya menilai seseorang dengan negatif tanpa menyadari dampak apa yang akan terjadi. Penilaian itu memang bersifat manusiawi, penilaian adalah suatu bentuk hak yang bisa diucapkan oleh siapapun. Namun adakah masyarakat berpikir bahwa stigma itu bisa membunuh seorang manusia.
Mereka, para "kaum tersisihkan" berusaha hidup ditengah stigma yang bisa membunuh mereka. Masyarakat menjauhi mereka, menilai mereka adalah monster. Dengan berani mereka melawan stigma itu, muncul dengan sebuah kegigihan bahwa mereka bukanlah monster atau iblis. Mereka adalah manusia sama seperti Saya, Anda, dan Kita.
Dengan prestasi mereka menunjukkan kepada negara yang mengacuhkan mereka. Membawa nama negara tanpa harapan negara akan memperlakukan mereka menjadi seorang manusia. Namun satu yang ingin mereka runtuhakan, adalah sebuah stigma yang menghancurkan mereka.
11.11.12
Stigma, Stigma, And Stigma
Hates Forgiveness
Seharusnya memaafkan itu adalah sesuatu yang suci. Tapi entah kenapa buat saya memaafkan adalah sesuatu yang seharusnya tidak mesti dilakukan. Terlebih untuk orang-orang yang tidak mengerti seberapa ajaibnya kata "maaf" itu.
Buat mereka yang termasuk orang yang tidak mengerti atau orang yang tidak tau diri, tahukan Anda kata "memaafkan" adalah kata yang paling sulit diucapkan. Mengeluarkannya saja harus disertai dengan kesadaran dan keikhlasan untuk menerima kekecewaan atau rasa sakit yang telah Anda buat, mengeluarkannya saja butuh keberanian untuk menolak kenyataan bahwa Anda sebenarnya adalah orang terjahat yang telah tega menyakiti perasaan atau fisik orang lain, mengeluarkannya saja perlu keyakinan bahwa Anda tidak akan menyakiti atau mengecewakan lagi dilain waktu, dan mengeluarkannya saja kita harus berusaha sekuat tenaga untuk dapat mendengar suara terhalus yang ternyata tidak setiap waktu kita bisa melakukannya.Ya, suara nurani yang memang tersimpan di hati yang paling terdalam.
Untuk Anda yang tidak mengerti betapa sulitnya hal ini, sesungguhnya Anda tidak pantas dimaafkan. Anda tidak pernah mengerti seberapa beruntungnya Anda, Anda tidak pernah mengerti seberapa menyenangkannya hidup Anda. Sebuah permaafan yang telah Anda terima, justru membuat Anda menjadi Iblis. Anda justru menjadi benalu dalam hidup Saya. Anda tau, sesungguhnya permaafan yang telah Anda terima, tidak lagi berlaku untuk Anda.
No more forgiveness and I hates forgiveness..
14.6.12
Mengartikan Mimpi dengan Ilmu Psikologi
Mimpi telah menjadi sesuatu yang membingungkan bagi umat manusia sejak awal peradaban hingga saat ini. Otak juga berperan dalam mimpi yang terjadi mulai dari mimpi yang rumit hingga sederhana.
Psikolog Patricia Garfield, seorang peneliti mimpi terkemuka dan salah seorang pendiri Association for the Study of Dreams, mengidentifikasi beberapa pola dasar mimpi yang muncul di seluruh dunia. Dia menjelaskan hal tersebut dalam bukunya The Universal Dream Key.
Dilansir dari Howstuffworks, Rabu (28/7/2010), berikut beberapa arti mimpi secara ilmu psikologi:
1. Mimpi dikejar-kejar atau diserang
Mimpi dikejar atau diserang merupakan mimpi buruk yang paling umum terjadi.
Bila Anda mimpi dikejar atau diserang oleh orang atau binatang liar, bisa diartikan bahwa Anda merasa terancam oleh seseorang atau bahkan oleh emosi Anda sendiri yang sangat kuat. Anda merasa takut, sehingga kadang otak Anda dapat memutar ulang peristiwa nyata dalam kehidupan Anda.
Mimpi yang terjadi bisa untuk bahan refleksi diri:
- Siapa atau apa yang mengejar Anda? Apa terlihat ukuran, warna, bentuk dan lainya?
- Apa beredar karakteristik fisiknya?
- Apakah mimpi itu mengingatkan Anda pada seseorang atau sesuatu?
- Apa yang terjadi dalam mimpi itu?
- Bagaimana akhir mimpi?
2. Mimpi terluka, sakit atau mati
Mimpi ini biasanya umum dan sering terjadi, kadang-kadang terjadi pada awal demam atau sakit.
Artinya Anda merasa sakit secara emosional, terluka atau takut. Mimpi ini mungkin juga merupakan risiko fisik yang akan terjadi pada Anda atau orang yang Anda cintai.
Ketika orang lain meninggal dalam mimpi, ini bisa berarti bahwa Anda merasa bahwa suatu bagian dari diri Anda sendiri diwakili oleh orang yang seolah-olah mati itu. Hal ini juga dapat mengungkapkan ketakutan Anda akan kehilangan mereka.
Pertanyaan untuk diri sendiri:
- Apakah Anda merasa mati rasa atau terlepas belakangan ini?
- Apakah Anda merasa seolah-olah sesuatu dalam hidup Anda akan 'membunuh' Anda?
- Apakah Anda terlibat dalam perilaku yang melukai diri sendiri?
- Apakah ada bagian dari Anda yang perlu untuk dilepaskan?
- Apa yang dapat Anda lakukan untuk merevitalisasi diri Anda?
- Apa yang dapat Anda ubah dalam kehidupan Anda bila terjaga?
3. Mimpi mengalami masalah pada kendaraan
Ini adalah mimpi buruk umum yang terjadi di segala usia, bahkan untuk orang yang tidak bisa mengemudi sekalipun.
Mimpi ini biasanya muncul ketika Anda merasa seakan-akan peristiwa dalam kehidupan Anda terjadi atau bangkit di luar kendali, sehingga Anda merasa tak berdaya.
Pertanyaan untuk diri sendiri:
- Apa yang terjadi dalam mimpi itu? Rem blong? Tidak ada kemudi?
- Siapa yang mengemudi?
- Dimana Anda duduk di dalam kendaraan tersebut?
- Apa bagian dari kehidupan Anda yang tidak dapat dikendalikan atau tidak mampu bekerja dengan baik?
4. Mimpi gagal tes atau kinerja buruk
Ini adalah mimpi buruk yang cukup umum, bahkan bagi orang yang sudah lama lulus dari sekolah. Ini biasanya terjadi bila Anda sedang merasa 'diuji' dalam kehidupan sebenarnya.
Pertanyaan untuk diri sendiri:
- Di mana Anda merasa diuji atau dinilai?
- Siapa yang menilai Anda?
- Apa yang dapat Anda lakukan untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi mimpi itu?
- Bagaimana Anda bisa santai dan menangani hal-hal hingga berhasil?
5. Mimpi jatuh atau tenggelam
Jatuh juga merupakan salah satu mimpi yang paling umum terjadi, tapi untuk tenggelam tidak terlalu banyak terjadi.
Mimpi jatuh sering berarti Anda merasa tidak aman atau seolah-olah tidak memiliki dukungan. Sedangkan mimpi tenggelam sering terjadi ketika Anda merasa kewalahan karena memiliki terlalu banyak hal yang harus dilakukan hingga akhirnya menyerah.
Pertanyaan untuk diri sendiri:
- Siapa atau apa yang telah mengecewakan Anda baru-baru ini?
- Apa yang dapat Anda lakukan untuk menangani situasi ini?
- Dimana Anda merasa dibanjiri dengan pekerjaan?
6. Mimpi telanjang atau berpakaian tidak pantas di tempat umum
Ini merupakan kecemasan dan mimpi buruk yang juga banyak terjadi di segala usia. Anda merasa terekspos, kikuk atau mungkin takut terlalu banyak hal yang terungkap dari diri Anda, yang seharusnya menjadi rahasia pribadi.
Pertanyaan untuk diri sendiri:
- Dimana Anda telanjang?
- Bagian apa dari tubuh Anda yang terekspos?
- Bagaimana reaksi orang-orang terhadap Anda?
- Bagaimana perasaan Anda?
- Apa yang Anda lakukan?
7. Mimpi ketinggalan kapal atau pesawat
Ada beberapa orang yang sering mengalami mimpi ini tapi ada pula yang jarang mengalaminya.
Mimpi ini berarti bahwa Anda telah kehilangan beberapa kesempatan dalam hidup Anda, baik yang sudah terlambat atau tidak dapat Anda lakukan.
Pertanyaan untuk diri sendiri:
- Dimana lokasi mimpi tersebut?
- Mengapa Anda pergi kesana?
- Apa yang membuat Anda terlambat atau ketinggalan?
- Apakah ada barang yang tertinggal di dalam kapal atau pesawat?
- Apa yang saat ini ingin Anda capai dalam kehidupan nyata Anda?
Pertanyaan-pertanyaan itu hanya untuk mencocokkan apakah memang ada kondisi seperti itu yang Anda alami. Karena kondisi yang terjadi pada manusia kadang terus dipikirkan hingga menja
(mer/ir)
9 Manfaat Sebuah Senyuman
1. Membuat orang lain untuk mempercayai Anda
Tertawa, Cara Baru Menjadi Sehat
Saat seseorang tertawa sampai terpingkal-pingkal, saat itu juga ia sudah mendapatkan manfaat sehatnya tertawa. Tertawa yang sehat tidak cukup hanya sekedar tertawa, namun sampai membuat seseorang terpingkal-pingkal.
“Pada saat tertawa sampai terpingkal, otot-otot bahu, dada, perut, dan pernapasan lebih bergiat. Jantung lebih terpacu, paru-paru lebih mekar, sekat rongga badan lebih mengembang, dan peredaran darah tubuh lebih deras,” tutur Dr. Handrawan Nadesul dalam sebuah buku berjudul “Jurus Sehat Tanpa Ongkos”.
Dibalik manfaat penting dari tertawa bagi kesehatan, justru semakin beranjak dewasa seseorang, frekuensi tertawa semakin berkurang. Anak-anak tertawa sebanyak 400 kali dalam satu hari, sedangkan pada usia lanjut hanya 15 kali.
Padahal tertawa dalam waktu satu menit sama dengan relaksasi selama 40 menit. Bila tertawa selama 15 menit identik dengan membakar 50 kalori tubuh.
“Manfaat terpenting tertawa menghasilkan hormon endorphin atau morfin produksi tubuh. Tonicum alami ini membantu mengendurkan rasa ‘perih pedih’ kehidupan,” jelasnya.
Manfaat lain dari pengenduran otot saat tertawa terpingkal adalah rendanya penyakit yang diakibatkan oleh stres.
“Stres mengendur dan badan jadi rileks. Segala keluhan dan penyakit yang timbul akibat stres dapat dicegah dan jadi mereda oleh tertawa,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, Jakarta ini.
Laughter Therapy atau terapi tertawa diperkenalkan pertama kali oleh Dr. Madam Kataria (1995) di India. Sekarang ini, terapi tertawa sudah banyak dikenal oleh para ahli di seluruh dunia.
Di Indonesia, terapi tertawa dipelopori oleh Dr. Yul Iskandar, SpKJ. Bahkan, Hari Tertawa Sedunia juga diadakan di Denmark tahun 2000. Acara tersebut diikuti oleh 10.000 orang tertawa bersama-sama dan masuk dalam Guiness Book of World Record. (okz/mba)
Kepribadian Dan Bentuk Wajah
Bentuk Muka
Bulat : Orang yang memilki muka bulat cenderung memiliki kepribadian yang emosional, sensitif, dan juga perhatian. Biasanya, pria yang memiliki muka bulat memiliki fantasi seksual yang sangat kuat dan nyaman dalam menjalami hubungan yang stabil dan jangka panjang.
Oval : Bentuk muka oval cenderung lebih praktis, sistematis dan pekerja keras. Kamu yang memiliki bentuk muka oval juga cenderung memiliki fisik yang atletis yang cenderung menciptakan narsisme pribadi yang mampu merusak hubungan.
Kotak : Orang dengan bentuk muka kotak cenderung agresif, ambissius, serta dominant. Kamu juga memiliki pemikiran yang tajam, ahli dalam melakukan analisis, dan kritis.
Segitiga : Bentuk muka seperti ini biasanya dimiliki oleh tubuh yang kurus dan memiliki kemampuan persuasi. Bentuk muka ini juga biasa dimiliki oleh orang Tionghoa yang memiliki pribadi yang kreatif dan sensitive tetapi juga temperamental.
Dahi
Dahi yang lebar menandakan suatu kecerdasan dan kepraktisan serta pribadi yang idealis namun tidak pernah mati kreativitas. Jika kamu memiliki dahi yang rata, ini mengindikasikan seseorang yang pragmatis, logis, dan yang selalu mengandalkan fakta dan data. Jika kamu memiliki dahi yang sangat lebar ini menandakan bahwa kau seorang pemimpi dan merupakan seseorang yang membutuhkan sebuah rencana aksi starategis untuk memenuhi ambisinya yang cukup besar.
Mata
Bagaimana cara mendeteksi seseorang itu berbohong? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Richard Bandler dalam Neuro Linguistic Programming yang menjelaskan bahwa tatapan seseorang saat berbicara bisa mengindikasikan apa yang dipikirkannya. Jika seseorang bertanya dan mereka menengok ke kanan, ini menandakan mereka sedang berpikir dan menggunakan otak kreatifnya dengan mengumpulkan segala aspek visual yang ada. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka berbohong. Jika mereka menengok ke sebelah kiri, ini mengindikasikan mereka menggunakakn memori yang ada di otak dan kemungkinan besar akan mengatakan kebenaran.
Bentuk mata juga sangat berpengaruh. Jika kamu memiliki mata besar cenderung akan lebih toleran dan berpikiran terbuka. Sementara yang memiliki mata sipit mengindikasikan orang tersebut berpikiran sempit.
Hidung
Hidung yang ideal berbentuk mancung, lurus, dan penuh. Hidung yang mengembang mengindikasikan personal yang hangat dan memiliki empati yang besar dengan sekelilingnya. Tipe ini juga biasanya memberikan standar yang cukup tinggi dalam hidupnya dan memiliki perilaku yang baik. Untuk ukuran hidung yang besar cenderung suka melakukan kekerasan. Semakin besar hidung yang dimiliki orang tersebut, kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan pun semakin tinggi. Jika Anda memiliki hidung pesek , ini menunjukkan Anda sebagai pribadi yang independent dan tahan banting, meski terkadang terjadi naik turun dalam hubungan percintaan maupun dengan hubungan pertemanan dengan orang lain.
Mulut
Mulut terkait dengan komunikasi dan sensualitas yang bisa dilihat dari bentuk bibir. Jika bibir atas tipis dan bagian bibir bawah tebal, hal ini mengindikasikans seseorang yang tidak bisa melakukan hubungan timbal balik dalam suatu hubungan. Jika sebaliknya, bentuk mulut tersebut justru mengindikasikan seseorang yang terlalu berbelas kasih. Jika memiliki bibir tebal di bagian atas dan bawah, menunjukkan sifat yang penyayang dan sensitive. Sementara yang bermulut kecil mengindikasikan sifat yang kejam dan egois.
Kerutan
Kerutan di seputar mata menunjukkan garis kebahagiaan. Hal ini menunjukkan adanya tanda keterbukaan hati kepada semua orang. Garis vertical yang ada diantar mata menunjukkan sosok yang logis, pekerja keras, dan juga kritis. Kerutan di seputar hidung hingga menuju mulut merupakan garis tujuan hidup. Orang yang memiliki garis kerutan ini memiliki arah hidup yang tepat.
Segala bagian dari wajah kita memang bisa memancarkan kepribadian tertentu karena semuanya bergerak menunjukkan ekspresi tertentu pula. Dan tentu semuanya memiliki makna yang berlainan, namun Anda boleh mempercayai juga boleh tidak mempercayai interpretasi ini karena interpretasi hanya bisa dinilai oleh tiap individu dan interpretasi sifat seseorang juga tidak bisa hanya dilihat dari mimic muka, melainkan gesture tubuh dan kesehariannya. Semoga membantu.
3.4.12
Psikologi Menangis
Di University of South Florida, psikolog Jonathan Rottenberg dan Lauren M Bylsma, bersama dengan rekan mereka Vingerhoets Iklan JJM dari Tilburg University, menganalisis secara rinci lebih dari 3000 pengalaman menangis (tentu saja dilakukan di luar laboratorium).
Para peneliti menemukan bahwa mayoritas responden melaporkan peningkatan dalam suasana hati setelah menangis. Namun, sepertiga dari peserta survei melaporkan tidak ada perbaikan juga perubahan dalam suasana hati, dan bahkan sepersepuluhnya merasa lebih buruk setelah menangis. Jadi ternyata, menangis bukanlah cara terbaik untuk mengobati suasana hati seseorang.
Yang menarik adalah bahwa tubuh lebih bisa menenangkan berlangsung lebih lama daripada gairah yang tidak menyenangkan. Sebagian orang bereaksi menangis bila mengalami stres atau tekanan tertentu.
Penelitian telah menunjukkan bahwa efek dari menangis juga tergantung pada siapa yang mencucurkan air mata. Sebagai contoh, seseorang dengan gangguan kecemasan atau suasana hati yang paling cemas, yang lebih mungkin untuk mengalami efek positif dari menangis.
Juga, para peneliti menemukan bahwa orang yang kurang wawasan kehidupan emosionalnya (kondisi yang dikenal sebagai alexithymia) benar-benar merasa lebih buruk setelah menangis. Para penulis berpendapat bahwa untuk individu, kurangnya wawasan emosional dapat mencegah perubahan pengalaman yang kognitif, atau kata lainnya, emosi yang terkontrollah yang membantu efek menangis jadi positip.
Kepribadian Dan Bentuk Wajah
Bentuk Muka
Bulat : Orang yang memilki muka bulat cenderung memiliki kepribadian yang emosional, sensitif, dan juga perhatian. Biasanya, pria yang memiliki muka bulat memiliki fantasi seksual yang sangat kuat dan nyaman dalam menjalami hubungan yang stabil dan jangka panjang.
Oval : Bentuk muka oval cenderung lebih praktis, sistematis dan pekerja keras. Kamu yang memiliki bentuk muka oval juga cenderung memiliki fisik yang atletis yang cenderung menciptakan narsisme pribadi yang mampu merusak hubungan.
Kotak : Orang dengan bentuk muka kotak cenderung agresif, ambissius, serta dominant. Kamu juga memiliki pemikiran yang tajam, ahli dalam melakukan analisis, dan kritis.
Segitiga : Bentuk muka seperti ini biasanya dimiliki oleh tubuh yang kurus dan memiliki kemampuan persuasi. Bentuk muka ini juga biasa dimiliki oleh orang Tionghoa yang memiliki pribadi yang kreatif dan sensitive tetapi juga temperamental.
Dahi
Dahi yang lebar menandakan suatu kecerdasan dan kepraktisan serta pribadi yang idealis namun tidak pernah mati kreativitas. Jika kamu memiliki dahi yang rata, ini mengindikasikan seseorang yang pragmatis, logis, dan yang selalu mengandalkan fakta dan data. Jika kamu memiliki dahi yang sangat lebar ini menandakan bahwa kau seorang pemimpi dan merupakan seseorang yang membutuhkan sebuah rencana aksi starategis untuk memenuhi ambisinya yang cukup besar.
Bagaimana cara mendeteksi seseorang itu berbohong? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Richard Bandler dalam Neuro Linguistic Programming yang menjelaskan bahwa tatapan seseorang saat berbicara bisa mengindikasikan apa yang dipikirkannya. Jika seseorang bertanya dan mereka menengok ke kanan, ini menandakan mereka sedang berpikir dan menggunakan otak kreatifnya dengan mengumpulkan segala aspek visual yang ada. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka berbohong. Jika mereka menengok ke sebelah kiri, ini mengindikasikan mereka menggunakakn memori yang ada di otak dan kemungkinan besar akan mengatakan kebenaran.
Bentuk mata juga sangat berpengaruh. Jika kamu memiliki mata besar cenderung akan lebih toleran dan berpikiran terbuka. Sementara yang memiliki mata sipit mengindikasikan orang tersebut berpikiran sempit.
Hidung
Hidung yang ideal berbentuk mancung, lurus, dan penuh. Hidung yang mengembang mengindikasikan personal yang hangat dan memiliki empati yang besar dengan sekelilingnya. Tipe ini juga biasanya memberikan standar yang cukup tinggi dalam hidupnya dan memiliki perilaku yang baik. Untuk ukuran hidung yang besar cenderung suka melakukan kekerasan. Semakin besar hidung yang dimiliki orang tersebut, kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan pun semakin tinggi. Jika Anda memiliki hidung pesek , ini menunjukkan Anda sebagai pribadi yang independent dan tahan banting, meski terkadang terjadi naik turun dalam hubungan percintaan maupun dengan hubungan pertemanan dengan orang lain.
Mulut
Mulut terkait dengan komunikasi dan sensualitas yang bisa dilihat dari bentuk bibir. Jika bibir atas tipis dan bagian bibir bawah tebal, hal ini mengindikasikans seseorang yang tidak bisa melakukan hubungan timbal balik dalam suatu hubungan. Jika sebaliknya, bentuk mulut tersebut justru mengindikasikan seseorang yang terlalu berbelas kasih. Jika memiliki bibir tebal di bagian atas dan bawah, menunjukkan sifat yang penyayang dan sensitive. Sementara yang bermulut kecil mengindikasikan sifat yang kejam dan egois.
Kerutan
Kerutan di seputar mata menunjukkan garis kebahagiaan. Hal ini menunjukkan adanya tanda keterbukaan hati kepada semua orang. Garis vertical yang ada diantar mata menunjukkan sosok yang logis, pekerja keras, dan juga kritis. Kerutan di seputar hidung hingga menuju mulut merupakan garis tujuan hidup. Orang yang memiliki garis kerutan ini memiliki arah hidup yang tepat.
Segala bagian dari wajah kita memang bisa memancarkan kepribadian tertentu karena semuanya bergerak menunjukkan ekspresi tertentu pula. Dan tentu semuanya memiliki makna yang berlainan, namun Anda boleh mempercayai juga boleh tidak mempercayai interpretasi ini karena interpretasi hanya bisa dinilai oleh tiap individu dan interpretasi sifat seseorang juga tidak bisa hanya dilihat dari mimic muka, melainkan gesture tubuh dan kesehariannya. Semoga membantu.
Psikologi dan Makanan
Tapi, bagi saya yang menurut situs pencari jodoh harus meng-klik ‘kelebihan beberapa pound’ pada bagian Deskripsi Diri, perbincangan masalah makanan tidak berhenti pada topik ‘tempat makan enak’ dan ‘resep baru’. Saya juga harus membicarakan mengenai sisi gelap dari kegiatan makan dan mencari makan ini, yaitu, masalah ‘menahan dan mengurangi porsi makan’ atau dalam bahasa sehari-harinya dikenal dengan kata DIET. Persoalan mengenai mengapa orang harus diet berkaitan dengan banyak hal yang jika dijabarkan bisa menghasilkan satu buah tulisan baru lagi. Tapi singkatnya seperti ini, diet atau mengontrol insting makan berkaitan erat dengan dua insting mendasar lainnya, yaitu, insting seks (orang yang kelebihan beberapa kilogram akan lebih susah untuk mendapatkan pasangan) dan insting mempertahankan diri (orang yang kelebihan beberapa kilogram terbukti mempunyai rentang pilihan pekerjaan yang lebih sempit, sehingga kemampuan survivalnya jadi lebih rendah).
Hanya saja, saya tidak sendiri. Bahkan “teman” saya yang sama-sama menghadapi masalah diet dan kelebihan berat badan (bahkan obesitas) sangat banyak –mungkin salah satunya adalah anda. Sebuah editorial di koran Washington Post menyatakan bahwa angka obesitas pada anak-anak di Amerika Serikat telah meningkat tiga kali lipat hanya dalam waktu dua puluh tahun. Bahkan Mary Boggiano, kolega saya sesama praktisi psikologi berani mengklaim bahwa enam puluh empat persen dari seluruh manusia memiliki masalah berat badan (yang membuat saya bertanya, ‘kalau begitu, bagaimana cara kita menentukan berat badan “normal”? Karena artinya secara normatis orang-orang memiliki berat badan diatas “normal”, kan?’).
Melenceng sedikit dari topik pembicaraan, setengah dari enam puluh persen populasi manusia yang memiliki masalah berat badan tersebut adalah sepertiga dari warga Amerika Serikat, yang membuat negara tersebut menangani masalah kelebihan berat badan secara serius. Sebegitu seriusnya sampai-sampai kadang mereka bertindak konyol. Misalnya, bulan Februari 2008 menjadi bulan yang cukup ramai di negara bagian Mississipi setelah sebagian anggota legislasi berencana mengeluarkan undang-undang negara bagian yang memberikan mandat bagi para pelayan restoran untuk menolak memberikan makanan bagi pengunjung restoran yang kegemukan. Jika undang-undang ini sampai terrealisasi, penolakan di restoran akan terjadi cukup besar-besaran mengingat tiga puluh persen orang dewasa di Mississippi dicurigai menderita obesitas.
Masih sedikit melenceng dari topik pembicaraan, pembuatan produk hukum yang berkaitan dengan makanan tidak hanya terjadi di negara bagian Mississippi. Bahkan secara nasional ada sebuah undang-undang (yang populer dengan nama Cheeseburger Bill) yang mempersulit konsumen untuk menuntut perusahaan makanan. Undang-undang ini dibuat setelah ada tiga orang pada tahun 2002 yang menuntut restoran cepat-saji (yang memiliki lambang golden arch) karena menurut mereka kandungan kalori dan lemak pada burger buatan restoran itu jauh di atas perkiraan mereka, sehingga akhirnya membuat mereka menderita obesitas. Walau pun sebelumnya pernah ada seorang konsumen yang berhasil menuntut perusahaan rokok yang menurutnya telah membuat dirinya ketagihan rokok, tuntutan terhadap restoran ini dibatalkan oleh pengadilan serta memicu dibuatnya Cheeseburger Bill tadi. Para pendukung undang-undang Cheeseburger tersebut mengatakan bahwa tidak seperti tembakau, makanan tidak membuat seseorang ketagihan dan besarnya makanan yang masuk ke tubuh sepenuhnya berada pada kendali individu yang memakannya.
Tapi benarkah begitu? Psikologi menjawab, ‘ya dan tidak’. Pembicaraan yang melenceng dari topik ini mengantarkan kita ke pembahasan utama yang mau saya sampaikan. Dimulai dari pertanyaan ‘benarkah makanan bisa menimbulkan ketagihan?’ yang dalam menjawabnya kita harus menyinggung masalah bagaimana kerja otak dalam mengatur kegiatan makan, dimana pengetahuan tentang kerja otak tersebut akan sangat membantu kita untuk memahami diet.
Untuk menjawab benarkah makanan bisa menimbulkan ketagihan, kita harus mengetahui bagaimana kerja otak dalam mengatur perilaku makan (di sini, saya melunasi janji saya di atas). Pada tahun 2007, majalah Scientific American Mind membahas masalah ini (di bawah tajuk This Is Your Brain on Food). Dalam edisi terbaru majalah Psychology Today, pembahasan ini muncul kembali dengan judul Consuming Passions. Penjelasan yang saya cantumkan di sini pada dasarnya adalah penggabungan dari kedua artikel tersebut. Artikel ini menurut saya juga menambahkan kesimpulan Diane Papalia dkk. (penulis buku Human Development, buku yang membahas kehidupan manusia dari sejak embrio hingga kematiannya) yang menyatakan bahwa penyebab utama kematian manusia sebetulnya bukan penurunan fungsi tubuh (degenerasi), melainkan lebih disebabkan oleh gaya hidup yang tidak bertanggung jawab (diantaranya, tidak menjaga pola dan komposisi makan).
Nah, mari kita bahas proses yang dijalani otak dalam mengatur perilaku makan (jika anda tidak terlalu suka penjabaran sistem fisiologis manusia, lebih baik anda melewatkan tiga paragraf kebawah, dihitung dari paragraf ini. Saya tidak marah. Sumpah!). Bagian otak yang mengatur perilaku makan bernama hypotalamus (letaknya di tengah-tengah otak). Bagian sisi-luar (Lateral) hypotalamus adalah bagian yang membuat rasa lapar, sedangkan bagian depan-tengah (Ventromedial) hypotalamus adalah bagian yang memberikan rasa kenyang.
Saat perut kosong, sebuah hormon bernama Ghrelin dikeluarkan oleh tubuh. Hormon ini kemudian, dengan bantuan darah, sampai di Lateral Hypotalamus (LH) dan membuat LH mengeluarkan zat ‘lapar’ yaitu Neuropeptide Y (zat ini memberitahukan bahwa tubuh lapar dan berselera atau ingin makan). Ghrelin juga menghambat hormon yang menginformasikan pada otak bahwa tubuh sedang merasa kenyang atau cukup (zat ‘kenyang’), yaitu Proopiomelanocortin (POMC). Sehingga, manusia pun merasa lapar (atau berselera untuk makan). Belum cukup? Tubuh mempunyai mekanisme kedua, saat tubuh kurang tenaga karena kurang makan, banyaknya gula-darah dan insulin pada darah menurun. Informasi ini diterima LH dan ikut menjadi pendorong keluarnya Neuropeptide Y dan menghambat produksi POMC. Makin lapar ‘lah kita jika otak kita tidak dituruti.
Sebaliknya, saat perut kemudian kita isi, level gula-darah dan insulin meningkat, sehingga LH kembali menurunkan Neuropeptide Y dan membiarkan POMC untuk hadir di otak (otak jadi berkata, ‘oke, kita kenyang, semua senang’). Selain itu ada juga bantuan dari Leptin, zat yang dihadirkan oleh lemak tubuh yang menghambat zat ‘lapar’ dan menambah produksi zat ‘kenyang’. Selain melalui darah, informasi bahwa badan merasa kenyang juga disalurkan langsung melalui syaraf, yaitu dengan sebuah peptida bernama Cholecystokinin (CCK) yang memberitahu otak bahwa perut sudah terisi melalui syaraf. Mungkin informasi bahwa tubuh kenyang bisa disalurkan melalui “jalan pintas” agar kita bisa segera menghentikan makan sebelum lambung terlalu penuh.
Hanya saja, manusia sering membandel. Sering kita dengar orang yang mengerjakan sesuatu, misalnya membuat PR, sampai lupa makan. Nah, tubuh pun membuat sebuah sistem lain untuk membantu dirinya mendapat jaminan makanan. Sistem ini bernama rasa nikmat. Saat makanan masuk ke dalam tubuh kita, sebuah zat bernama dopamine dilepaskan ke bagian otak sistem-limbik (yang mengatur motivasi dan kenikmatan) yang bernama striatum (bagian otak untuk merasakan kenikmatan dari makanan dan orgasme). Dopamine ini memberikan sensasi yang nikmat pada otak. Sehingga, kegiatan makan menjadi kegiatan yang menyenangkan, yang menyebabkan manusia akan dengan senang hati memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan menyebabkan tubuh mendapat jaminan bahwa manusia akan memasukkan makanan yang dibutuhkan tubuh untuk tetap hidup.
Tapi, manusia adalah mahluk yang memiliki tabiat mencari kenikmatan. Jika ia mendapatkan kenikmatan dari sebuah kegiatan, pada kesempatan berikutnya dimana ia menginginkan kenikmatan tersebut, ia akan mengulangi kegiatan tadi. Di sinilah, terjadi pemisahan antara dua bentuk lapar. Lapar pertama adalah lapar sebetulnya, yaitu lapar yang disebabkan oleh proses fisiologis diatas (melalu Ghrelin, gula-darah dan insulin) yang disebut sebagai ‘lapar perut’. Lapar jenis kedua adalah rasa lapar (selera makan) untuk mendapatkan rasa nikmat dari dopamine, yang disebut ‘lapar otak’ atau dalam budaya kita dikenal sebagai ‘lapar mata’.
Rupanya, bagian otak yang mendapatkan kenikmatan dari dopamine (Striatum) adalah bagian yang sama dengan yang mendapatkan kenikmatan dari narkotika. Pernyataan itu dibuat oleh majalah Scientific American Mind. Sedangkan, artikel dari Psychology Today mempunyai pandangan lain dengan menyatakan bahwa makanan sebetulnya adalah zat alami yang menimbulkan kenikmatan, sedangkan narkotika adalah zat yang menimbulkan kenikmatan yang berlipat ganda dari makanan. Apapun pandangan yang anda terima, dapat disimpulkan bahwa makanan dan obat terlarang memberikan kenikmatan yang sejenis (berbeda di kuatnya rasa nikmat) sehingga, makanan mungkin menyebabkan ketagihan.
Bagaimana kira-kira cara makanan menimbulkan ketagihan? Pembahasan ini akan memasuki masalah diet. Orang yang memakai narkotik dan orang yang obesitas memiliki satu persamaan, otak mereka tidak normal. Mereka memiliki reseptor dopamine yang hypersensitif, yang membuat sedikit saja ekspose terhadap hal yang mereka sukai (narkotik atau makanan) membuat mereka menjadi terobsesi untuk mendapatkannya; ekspose ini tidak hanya dengan mencicipi hal yang mereka sukai tersebut, tapi cukup dengan melihat barang tersebut atau melihat orang lain menikmati barang tersebut.
Tapi bagaimana caranya reseptor dopamine dapat berubah jadi hipersensitif? Pada percobaan di laboratorium, ditemukan bahwa gaya diet ‘balas dendam’ merubah dopamine menjadi hipersensitif. Maksud gaya diet ‘balas dendam’ adalah melakukan diet dengan mengurangi jenis makanan tertentu (biasanya yang berkalori tinggi seperti nasi). Masalahnya, ditemukan bahwa manusia cenderung akan memiliki masa ‘balas dendam’ di mana ada sebuah waktu diantara diet saat makanan berkalori tinggi masuk dalam jumlah besar. Gaya diet menahan tubuh LALU memanjakan tubuh dengan makan tanpa kontrol ini ternyata bisa membuat reseptor dopamine menjadi hipersensitif dan membuat tubuh jadi terobsesi pada makanan yang ditahan-tahan tersebut. Maka, ketagihan pada makanan pun terjadi dan orang yang sudah sampai pada tahap ini akan mengalami kesulitan untuk mengontrol pemasukan makanan ke dalam tubuhnya.
Permasalahan lain yang ditemukan adalah ternyata tubuh tidak memiliki sistem yang mengingatkan bahwa berat badan sudah mencapai over-weight atau obese. Tubuh hanya memiliki sistem yang akan panik saat berat badan menurun. Jadi, jika berat anda naik dari 60 kg sampai 80 kg, tubuh anda akan tenang-tenang saja. Tapi, jika kemudian berat anda turun dari 80 kg menjadi 79 kg, tubuh akan memerintahkan agar anda makan agar bisa kembali ke titik 80 kg.
Oleh karena itu, psikologi menyimpulkan bahwa bentuk diet yang terbaik adalah diet yang logis, makanlah dengan porsi sedikit dibawah porsi anda sekarang (dan penurunan porsi ditingkatkan perlahan) dan jangan dengarkan tubuh anda yang ‘panik’ dengan membuat anda lapar. Lalu, jangan dengan ekstrim memotong sebuah jenis makanan; lebih baik anda mengurangi semua jenis makanan tetapi dalam tahap yang berjenjang dan pengurangan yang sedikit-sedikit. Jika anda mengalami peningkatan berat badan, jangan tangani dengan mengurangi porsi makan; sebaiknya tanggulangi dengan berolahraga, walau pun pada saat itu anda sedang malas berolahraga. (Dion)
Manfaat Terapi Permainan Bagi Anak
- Pertama, anak-anak ‘terjaga’ ketika berhadapan dengan prospek ‘bermain’. Mereka langsung terlibat dalam situasi sosial yang mengajarkan keterampilan saat mereka sedang bersenang-senang. Mereka yang akrab dengan unsur-unsur bermain seperti turn-taking, aturan menjaga, menang, kalah dan ko’operasi.
- Kedua, sementara anak-anak secara aktif terlibat dengan proses bermain game, tantangan sosial dan emosional muncul saat mendidik ‘atau krisis terjadi, sehingga memberikan pengalaman belajar bermakna dengan segera.
- Ketiga, terapi bermain anak-anak dengan menyediakan lingkungan yang aman untuk mempraktekkan keterampilan baru. Anak-anak merasa santai dan arus diskusi mudah dalam pengaturan ini.
- Keempat, pengamatan klinis dapat dilakukan dan ditarik kesimpulan tentang anak-anak yang tidak meningkatkan penggunaan keterampilan prososial setelah pembelajaran ekstra dan pemanduan praktek. Adanya sindrom organik, masalah kesehatan mental atau masalah perlindungan anak perlu diselidiki.
Manfaat Pelukan Orangtua Bagi Perkembangan Psikologis Anak
Sumber :
Anonim. Manfaat Pelukan Orangtua Bagi Perkembangan Psikologis Anak. Diunduh dari www.bidanku.com. Diakses 3 April 2012.
Kegunaan Emosi
Penerapan Psikologi Komunikasi dalam Website Perusahaan
Warna Bisa Mempengaruhi Psikologi Anak
Warna bisa dijadikan alat komunikasi dengan anak karena memudahkannya menanggapi bahasa. Anak-anak sudah bisa belajar membedakan warna sejak enam bulan awal.
Warna dapat membantu merangsang anak-anak, terutama bagi anak dengan gangguan defisit perhatian. Dengan warna, anak-anak belajar untuk mengekspresikan diri dan ketika mereka diperbolehkan untuk memilih warna untuk menghias kamar atau memilih warna pakaian, mereka menjadi lebih percaya diri dan membuka lebih banyak kreativitas dan ekspresi.
'Color your life' atau 'warnai hidupmu' adalah teknik yang digunakan oleh psikolog dan psikoterapis untuk membantu anak-anak membedakan dan mengekspresikan berbagai emosi di atas kertas. Teknik ini membantu untuk mengetahui apakah anak senang, sedih, gembira, takut atau bahkan marah.
Departemen Pengembangan Anak di California State University Fullerton juga pernah melakukan studi tentang warna dan asosiasi terhadap emosional anak-anak.
Dalam studi tersebut, anak-anak usia antara 5 hingga 6 tahun diminta untuk memilih warna favorit dari 9 warna yang diberikan secara acak sesuai dengan perasaan mereka saat itu.
69 persen dari anak-anak memilih warna-warna cerah yang mengungkapkan kebahagiaan dan kegembiraan seperti pink, biru dan merah. Beberapa memilih hitam, abu-abu dan coklat yang menunjukkan emosi negatif seperti kesedihan.
Berikut beberapa jenis warna dan maknanya, seperti dilansir Lifemojo, Rabu (13/4/2011):
1. Putih
Melambangkan kegembiraan, kedamaian, kemurnian dan kebersihan.
2. Kuning
Warna ini menenangkan saraf dengan memberikan efek menenangkan dan juga dikenal dapat merangsang aktivitas otot.
3. Biru
Warna biru menandakan keyakinan, perdamaian dan kebijaksanaan dan dapat membantu menenangkan saraf anak, serta memberikan tidur yang baik di malam hari.
4. Hijau
Hijau adalah warna yang menandakan penyegaran dan membantu memperkuat harga diri dan menyalakan harapan. Hijau adalah warna yang sangat menggembirakan dan idealnya cocok untuk anak-anak yang memiliki perasaan rendah diri dan perasaan tertekan.
5. Merah
Merah adalah warna yang menarik yang menandakan gairah, keinginan dan membuat anak Anda bersemangat.
6. Ungu
Warna ini menandakan kekuasaan, kemewahan dan royalti bila muncul dalam nuansa lebih gelap. Nuansa ringan seperti lavender memberikan suasana damai dan membantu menenangkan saraf. Warna ungu yang sangat gelap tidak direkomendasikan karena dapat membangkitkan rasa frustrasi dan kesedihan pada anak-anak. Anak-anak tidak menangkap warna ini begitu mudah.
7. Coklat dan abu-abu
Coklat dan abu-abu adalah beberapa nada bumi. Warna ini adalah warna ideal untuk anak-anak yang hiperaktif dan penuh dengan energi. Warna ini memberikan relaksasi, kehangatan, kenyamanan.
12.3.12
Tentang Skizofrenia dan Epilepsi
Disleksia Bukan Penghalang Kesuksesan
Sumber :
Priyahita, Samarthya. (2011). Disleksia Bukan Penghalang Kesuksesan. Diunduh dari www.ruangpsikologi.com. Diakses 12 Maret 2012.